Pamit Petik Durian,Warkuat Ditemukan Meninggal Dibawah Pohon

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraSeni.Online// Polres Pekalongan – Polda Jateng –  Warga Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan seorang petani yang meninggal dunia di kebun durian, Sabtu (22/8/2026) malam.

 

Korban diketahui bernama Warkuat alias Wahidun (55), warga Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah pohon durian dengan ketinggian sekitar enam meter.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H mengatakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 20.00 wib setelah pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Lolong.

“Korban sebelumnya pamit kepada keluarga untuk pergi memetik durian di kebun sekitar pukul 15.30 wib. Namun hingga pukul 18.00 wib, korban belum juga pulang,” ujar Iptu Suwarti.

Kondisi tersebut membuat dua warga, Sujarno (59) dan Taryali (57), berinisiatif mencari korban di kebun durian. Sekitar pukul 19.15 wib, keduanya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di bawah pohon durian.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Lolong, Solehudin, yang selanjutnya meneruskan laporan tersebut kepada Polsek Karanganyar Polres Pekalongan.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan mengenakan kaos merah dan celana pendek hitam dalam posisi telungkup.

Petugas juga menemukan luka pada kaki kanan korban serta lebam di sekitar wajah. Berdasarkan kondisi TKP, korban diduga terjatuh dari pohon durian yang memiliki ketinggian sekitar enam meter.

“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana. Dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh dari pohon durian,” jelas Iptu Suwarti.

Setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga, lanjut Iptu Suwarti, juga menyatakan tidak berkenan dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan.

“Pihak keluarga menerima bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru