Demi Cuan Besar, Keselamatan Pengunjung Wisata Honay Waduk Cengklik Diduga Diabaikan Pengelola

Selasa, 15 September 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraSeni.Online//BOYOLALI — Destinasi wisata Honay Waduk Cengklik yang tengah viral dan ramai dikunjungi wisatawan di Dukuh Ngalang-Ngalangan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, menjadi sorotan.

Pasalnya, di tengah tingginya jumlah pengunjung, terutama pada wahana air, muncul dugaan bahwa aspek keselamatan wisatawan belum menjadi prioritas utama pengelola.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah fasilitas keselamatan pada wahana perahu wisata dan speed boat dinilai belum memadai. Tidak terlihat adanya himbauan keselamatan tertulis maupun arahan langsung yang jelas kepada pengunjung sebelum menggunakan wahana.

Pelampung keselamatan memang terlihat tersedia di sejumlah perahu. Namun, jumlahnya diduga tidak sebanding dengan kapasitas penumpang. Bahkan, sejumlah pengunjung yang menaiki perahu wisata terlihat tidak menggunakan pelampung keselamatan.

Selain persoalan alat keselamatan, sejumlah fasilitas pendukung keselamatan juga menjadi perhatian. Di lokasi disebut tidak terlihat jalur evakuasi yang jelas, petugas penyelamat (lifeguard) yang siaga, maupun papan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang mudah dilihat pengunjung.

Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius mengingat wisata Honay Waduk Cengklik merupakan kawasan wisata yang memiliki wahana air dan setiap harinya berpotensi didatangi banyak wisatawan, termasuk anak-anak.
Wahana Air dan Standar Keselamatan Dipertanyakan.

Pantauan di lapangan menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, di antaranya:
Kapasitas Wahana Tidak Terlihat Jelas
Kapasitas maksimal penumpang pada perahu wisata maupun speed boat tidak terlihat tercantum secara jelas pada lokasi wahana.

Perlengkapan Keselamatan Diduga Belum Memadai
Ketersediaan pelampung keselamatan terlihat terbatas dan diduga belum sebanding dengan jumlah penumpang yang menggunakan wahana.

SOP Keselamatan dan Himbauan Belum Terlihat Jelas
Tidak terlihat papan informasi yang secara jelas menjelaskan prosedur keselamatan maupun larangan dan kewajiban bagi pengunjung pengguna wahana air.

Petugas Keselamatan
Belum terlihat petugas khusus seperti lifeguard yang secara aktif melakukan pengawasan dan siaga menghadapi kemungkinan terjadinya kecelakaan di wahana air.

Jalur Evakuasi
Jalur evakuasi yang mudah dikenali pengunjung juga menjadi salah satu fasilitas yang dipertanyakan.

Pengunjung Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola
Seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir apabila terjadi kecelakaan saat menggunakan wahana air.

“Kami bayar, tapi kalau terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab? Pelampung saja terlihat hanya beberapa, seperti buat pajangan. Tidak sebanding dengan kapasitas pengunjung yang naik perahu wisata,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan seharusnya menjadi perhatian utama pengelola, terlebih wahana air memiliki risiko yang tidak bisa dianggap sepele.

Persoalan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai perlindungan terhadap wisatawan, termasuk informasi mengenai asuransi atau bentuk jaminan keselamatan bagi pengunjung.

Minta Dinas Terkait Turun Tangan
Masyarakat meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali bersama instansi terkait, termasuk Polres Boyolali dan pihak berwenang lainnya, melakukan pemeriksaan atau audit terhadap standar keselamatan di kawasan wisata tersebut.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh wahana telah memenuhi ketentuan keselamatan dan memberikan rasa aman kepada wisatawan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Wisata Honay Waduk Cengklik belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan minimnya fasilitas dan prosedur keselamatan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pengelola maupun instansi terkait guna memberikan penjelasan secara berimbang kepada masyarakat.

Catatan Redaksi: Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah serta hak jawab sesuai ketentuan jurnalistik.

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru