GAM Luwu Raya Resmi Dilantik, Gaungkan Perlawanan terhadap Kebijakan Tak Pro-Rakyat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Seni, Palopo — Komando Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya resmi dilantik untuk periode 2025–2027, Jum’at, 8 Mei 2026.

Mengusung tema “Menyatukan Barisan, Mewujudkan Cita-cita Revolusi GAM”, momentum ini tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga panggung konsolidasi gerakan mahasiswa yang menegaskan sikap kritis terhadap kekuasaan.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, serta unsur TNI dari Dandim setempat, dan perwakilan Komando Pusat GAM.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rudi Arianto, S.H., selaku Dewan Perjuangan GAM Luwu Raya, dengan prosesi pelantikan dipandu oleh Muh. Ardianto Palla, S.H.

Ketua panitia pelaksana, Muh. Gilang Al Fahrizi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan agenda tersebut, baik dalam bentuk dukungan materi maupun non-materi.

“Terima kasih kepada seluruh senior dan pihak yang telah memberikan sumbangsih dalam pelantikan ini,” ujar Gilang.

Dalam prosesi tersebut, Ahmad Hanifulla resmi dilantik sebagai Panglima Komando Wilayah GAM Luwu Raya periode 2025–2027.

Dalam pidato perdananya, ia menegaskan arah baru kepemimpinannya yang akan lebih progresif dan konfrontatif terhadap kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.

“GAM akan terus menjadi ‘hantu’ bagi penguasa yang zalim. Prinsip perjuangan kami sederhana: penindasan adalah musuh abadi, demokrasi kerakyatan adalah jalan, dan kemenangan rakyat adalah tujuan,” tegas Hanifulla.

Ia juga memastikan bahwa GAM Luwu Raya akan berdiri di garis depan dalam mengawal setiap kebijakan pemerintah, khususnya yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

Tak hanya pelantikan, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan dialog mahasiswa bertajuk “Satu Tahun Perjalanan MBG, Stop atau Lanjut?” yang mengupas polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Akmal Mahyuddin, salah satu narasumber, menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi program tersebut. Ia menilai transparansi masih menjadi persoalan serius, terutama terkait insiden keracunan makanan.

Sementara itu, Fitra Dwi Maudi justru melontarkan kritik lebih keras. Ia meragukan eksistensi dan efektivitas program tersebut.

“MBG ini patut diduga hanya menjadi pemborosan anggaran, baik dari aspek kesehatan maupun pendidikan,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Eka Putri Fadilah yang menekankan perlunya evaluasi menyeluruh, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), kelayakan dapur, hingga kualitas gizi makanan yang disalurkan.

Ahmad Hanifulla, yang juga tampil sebagai narasumber, menyoroti besarnya anggaran program MBG yang disebut mencapai Rp306 triliun. Ia mempertanyakan dasar regulasi program tersebut.

“Selama satu tahun berjalan, banyak ketimpangan yang terjadi. Bahkan saya melihat belum ada regulasi kuat yang mengikat program ini, selain instruksi dari Prabowo Subianto. Jika benar demikian, maka program ini layak dihentikan dan dievaluasi total,” tegasnya.

Pelantikan GAM Luwu Raya kali ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan penegasan arah gerakan mahasiswa yang lebih berani, kritis, dan siap berhadapan langsung dengan kekuasaan—demi memastikan suara rakyat tidak kembali dibungkam oleh kepentingan elit.

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru