Pertemuan Amat Antono dan Sukirman, Meneguhkan Sinergi Kepemimpinan untuk Pekalongan.

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraSeni,KAJEN – Pertemuan antara mantan Bupati Pekalongan dua periode, Amat Antono, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menghadirkan suasana penuh kehangatan, penghormatan, dan kebijaksanaan di Kajen, Jumat (3/7/2026).

Lebih dari sekadar silaturahmi, perjumpaan dua tokoh ini menjadi ruang dialog yang mencerminkan kesinambungan kepemimpinan serta komitmen bersama untuk menjaga arah pembangunan Kabupaten Pekalongan.

Dalam forum yang berlangsung akrab namun sarat makna itu, keduanya terlibat dalam perbincangan yang menampilkan kedewasaan berpikir dan keluasan pandang.

Amat Antono, yang pernah memimpin Kabupaten Pekalongan selama dua periode, tampil dengan ketenangan khas seorang tokoh senior yang matang oleh pengalaman. Sementara Sukirman, selaku Plt. Bupati Pekalongan, menunjukkan sikap terbuka dan penuh hormat dalam menyimak setiap pandangan yang disampaikan.

Pertemuan tersebut memotret sebuah nilai penting dalam kepemimpinan: bahwa pengalaman masa lalu dan tanggung jawab masa kini bukanlah dua hal yang berdiri sendiri, melainkan dapat saling menguatkan dalam satu semangat pengabdian untuk daerah.
Di tengah perbincangan, Amat Antono menyampaikan pandangan reflektif mengenai makna dialog dalam kepemimpinan. Menurutnya, komunikasi yang baik lahir dari kesediaan untuk saling mendengar, saling memberi ruang, dan saling menghargai pandangan.

“Dialog itu akan bermakna bila kita saling memberi dan saling menerima. Artinya, kita harus mau mendengar pendapat dan gagasan orang lain, sekaligus juga harus mau menyampaikan pendapat dan gagasan kita sendiri secara proporsional,” ujar Amat Antono.

Pernyataan tersebut seolah menjadi inti dari suasana pertemuan yang terbangun. Sukirman tampak menempatkan dirinya dengan penuh takzim di hadapan sosok senior yang telah lebih dahulu menorehkan jejak kepemimpinan di Kabupaten Pekalongan. Sebaliknya, Amat Antono juga memperlihatkan kebesaran seorang negarawan daerah: tidak hanya memberi wejangan, tetapi juga membuka ruang untuk mendengar dinamika dan tantangan pemerintahan yang tengah dihadapi saat ini.

Dalam konteks pembangunan daerah, pertemuan semacam ini memiliki arti penting. Sinergi antara pemimpin terdahulu dan pemimpin yang sedang menjalankan amanah pemerintahan merupakan modal sosial yang berharga. Dari pengalaman, lahir kebijaksanaan. Dari estafet kepemimpinan, tumbuh kesinambungan arah pembangunan. Dan dari dialog yang dilandasi rasa hormat, tercipta energi kolektif untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Momen pertemuan Amat Antono dan Sukirman pun dapat dibaca sebagai pesan moral bagi publik bahwa kepemimpinan bukan semata soal kewenangan, melainkan tentang keluasan hati, kematangan sikap, serta kesediaan untuk terus belajar satu sama lain demi kepentingan yang lebih besar.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Kabupaten Pekalongan membutuhkan semangat seperti ini: kepemimpinan yang tidak tercerai oleh sekat generasi, melainkan dipersatukan oleh visi yang sama untuk menghadirkan daerah yang maju, sejahtera, dan berkeadaban. Pertemuan dua tokoh tersebut menjadi penanda bahwa harmoni, kebijaksanaan, dan sinergi tetap menjadi fondasi penting dalam merawat masa depan Pekalongan.

Berita Terkait

Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba
Polemik Persyaratan Pilkades Desa Werdi, Tim Media Soroti Legalitas Ijazah Paket C.
TPS Terminal Doro Terbakar, Api Diduga Dipicu Pembakaran Sampah
Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 20:45 WIB

Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba

Senin, 28 September 2026 - 13:58 WIB

Polemik Persyaratan Pilkades Desa Werdi, Tim Media Soroti Legalitas Ijazah Paket C.

Senin, 28 September 2026 - 08:53 WIB

TPS Terminal Doro Terbakar, Api Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Berita Terbaru