Polisi Evakuasi ODGJ Secara Humanis, Situasi di Desa Kalipancur Kembali Kondusif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraSeni.Online | Pekalongan – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Bojong saat menangani seorang warga yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan mengamuk di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (13/8/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu sempat membuat warga sekitar khawatir. Sebelum petugas tiba di lokasi, seorang warga bernama Ulil dilaporkan mengamuk dan menyerang tetangganya, Wanudi.

Akibat kejadian tersebut, Wanudi mengalami luka terbuka di bagian atas alis mata sebelah kiri dan segera mendapatkan penanganan.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, anggota Polsek Bojong langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa, Dinas Sosial, serta tenaga medis untuk menangani situasi tersebut.

Kapolsek Bojong, AKP Wastono, S.H., menegaskan bahwa keselamatan seluruh pihak menjadi prioritas utama dalam penanganan tersebut. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan petugas lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Kami berusaha menenangkan yang bersangkutan dengan pendekatan yang humanis, bukan dengan tindakan yang justru dapat memperkeruh situasi,” ujar Wastono.

Setelah situasi mulai terkendali, petugas secara perlahan mendampingi Ulil keluar dari rumah. Dengan penuh kehati-hatian, petugas bahkan merangkul dan menuntunnya berjalan menuju ambulans yang telah disiapkan.

Proses evakuasi berlangsung aman hingga Ulil berhasil dibawa ke RS H.A. Zaky Djunaid untuk menjalani pemeriksaan medis dan penanganan kejiwaan lebih lanjut.

Kapolsek juga menekankan bahwa penanganan ODGJ tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari berbagai pihak.

Ia mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut sehingga petugas dapat bergerak cepat.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, proses evakuasi berjalan aman dan situasi kembali kondusif,” pungkasnya.

Setelah proses evakuasi selesai, warga di sekitar lokasi kembali beraktivitas seperti biasa. Kehadiran aparat kepolisian dalam peristiwa tersebut menjadi wujud pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya mencegah munculnya korban lainnya.

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru