KRI Marlin-877 Berpacu dengan Waktu, TNI AL Sisir Laut Flores Cari Korban KLM Nurul Salsa 01

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARASENI.ONLINE | SELAYAR — Laut Flores kembali menjadi saksi perjuangan kemanusiaan.

Di tengah gelombang dan luasnya perairan selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, KRI Marlin-877 milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak tanpa henti memimpin operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi (SAR) terhadap korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01.

Operasi yang berada di bawah kendali Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) ini menjadi bukti kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons musibah di laut sekaligus menjalankan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan setiap nyawa yang masih mungkin ditemukan.

Musibah bermula pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA, saat KLM Nurul Salsa 01 bertolak dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar.

Perjalanan berubah menjadi keadaan darurat ketika sekitar pukul 09.30 WITA mesin utama kapal mengalami kerusakan total di koordinat 06°41’750″ LS – 120°22’993″ BT.

Situasi semakin kritis setelah pompa pembuangan air mengalami kerusakan sekitar pukul 10.00 WITA, sehingga air laut terus memenuhi lambung kapal.

Upaya penyelamatan tidak mampu membendung derasnya air yang masuk hingga akhirnya kapal tenggelam sekitar pukul 16.00 WITA di koordinat 06°56’122″ LS – 120°10’188″ BT.

Laporan resmi dari Kantor SAR Makassar diterima Kodaeral VI pada pukul 15.50 WITA. Tanpa menunggu lama, KRI Marlin-877 langsung disiapkan beserta personel, perlengkapan SAR, logistik, dan lima personel Basarnas Makassar yang bergabung dalam operasi gabungan.

Pada pukul 20.03 WITA, kapal perang tersebut meninggalkan Dermaga Layang Markas Komando Kodaeral VI menuju lokasi kejadian.

Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menegaskan bahwa kecepatan bertindak merupakan faktor yang menentukan dalam operasi penyelamatan di laut.

“Kecepatan respons dan kesiapan personel adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa di tengah laut. Kami tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja,” tegasnya.

Memasuki Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WITA, KRI Marlin-877 tiba di sekitar Pulau Polassi dan langsung melakukan pengumpulan data lapangan sebelum melaksanakan penyisiran.
Sekitar pukul 07.00 WITA, kapal perang tersebut berada tepat di lokasi tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 dan memulai pencarian intensif terhadap korban.

Hasil verifikasi sementara hingga pukul 11.00 WITA mencatat 52 korban berhasil dievakuasi.

Sebanyak enam orang diselamatkan nelayan setempat dan dibawa ke Pulau Polassi.

Sementara 46 orang lainnya dievakuasi oleh KLM Harapan Kita menuju Pulau Jampea, terdiri atas 45 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Namun operasi belum berakhir.

Berdasarkan pencocokan daftar awak kapal dan penumpang sementara, masih terdapat 16 orang yang belum diketahui keberadaannya.

Aparat menegaskan data tersebut masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah, Basarnas, aparat terkait, serta keluarga korban.

Saat ini KRI Marlin-877 telah bersandar di Pelabuhan Laut Jampea untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan seluruh korban yang berhasil dievakuasi mendapatkan penanganan.

Tim SAR gabungan juga memperluas area pencarian, meliputi titik awal kerusakan mesin, lokasi tenggelamnya kapal, perairan sekitar Pulau Polassi, jalur pelayaran menuju Pulau Jampea hingga area yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut korban berdasarkan arus laut dan kondisi cuaca.

Dankodaeral VI menegaskan seluruh unsur TNI AL akan terus bekerja hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

“Kami tidak akan menghentikan pencarian sampai seluruh korban ditemukan. Kami juga membuka koordinasi dengan seluruh nelayan dan kapal yang melintas agar setiap informasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti demi keberhasilan operasi ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai penumpang atau korban agar segera melapor kepada petugas di lokasi untuk mempercepat proses pencarian dan identifikasi.

Operasi kemanusiaan ini merupakan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, khususnya tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang mencakup bantuan pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta misi kemanusiaan.

Selain itu, pelaksanaan operasi SAR mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang menegaskan pentingnya koordinasi seluruh unsur dalam penyelenggaraan operasi penyelamatan korban kecelakaan di laut.

Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. TNI AL, Basarnas, nelayan, dan seluruh unsur SAR gabungan tetap berjibaku di tengah Laut Flores dengan harapan seluruh korban segera ditemukan dan dapat dipastikan kondisinya.

Berita Terkait

Peternak Ayam Petelur di Pekalongan Gelar Aksi, Tuntut Harga Telur Naik dan Pakan Turun.
Taufik Jalankan Amanat Presiden Berujung Tersangka!, Polrestabes Makassar Jalankan Proses Hukum, Lalu Amanat Siapa?
Tindak Lanjuti Video Viral, Polsek Wiradesa Razia Cafe dan Amankan Enam Botol Miras
Program P3A Disebut Aspirasi DPR RI, Ketua Kelompok di Karassing Mengaku Tak Pernah Tahu: Siapa Pengusul, Siapa Penerima?
Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Hak Prerogatif Presiden Tak Bisa Diintervensi
Sempat Dicari Semalaman, Petani di Kandangserang yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang dengan Selamat
Lahan Pembuangan Limbah Kayu di Kajen Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah Sisa Tebu
Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Peternak Ayam Petelur di Pekalongan Gelar Aksi, Tuntut Harga Telur Naik dan Pakan Turun.

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:05 WIB

Taufik Jalankan Amanat Presiden Berujung Tersangka!, Polrestabes Makassar Jalankan Proses Hukum, Lalu Amanat Siapa?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Tindak Lanjuti Video Viral, Polsek Wiradesa Razia Cafe dan Amankan Enam Botol Miras

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Program P3A Disebut Aspirasi DPR RI, Ketua Kelompok di Karassing Mengaku Tak Pernah Tahu: Siapa Pengusul, Siapa Penerima?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Sempat Dicari Semalaman, Petani di Kandangserang yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang dengan Selamat

Berita Terbaru