Puluhan Warga Geruduk Balai Desa Siwalan, Desak Kades Buka Dugaan Kegagalan Program hingga Proyek Penutup Irigasi

Senin, 29 Juni 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA SENI,PEKALONGAN – Puluhan warga Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, mendatangi Balai Desa pada Minggu malam (28/6/2026) untuk menuntut kejelasan atas berbagai persoalan yang dinilai selama ini tidak pernah dijawab secara terbuka oleh pemerintah desa.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB itu diwarnai suasana panas.

Warga secara bergantian melontarkan pertanyaan kepada Kepala Desa Siwalan beserta perangkat desa terkait sejumlah persoalan yang dianggap berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat.

Sedikitnya ada empat tuntutan utama yang disampaikan warga, yakni tindak lanjut hasil penilaian kinerja Kepala Desa Tahun Anggaran 2025 terkait program ketahanan pangan yang dinilai gagal, kejelasan lokasi Koperasi Merah Putih, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan, serta dugaan pembangunan yang mengganggu fungsi saluran irigasi dan melibatkan pihak perusahaan.

Sorotan paling tajam mengarah pada proyek pembangunan di wilayah Dukuh Krengseng. Warga mempertanyakan mengapa pembangunan pondasi diduga sudah berjalan, sementara kejelasan dokumen lingkungan dan kesepakatan terkait dampak terhadap saluran irigasi belum pernah dipaparkan kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, Kepala Desa Siwalan, Pujiyanah, mengaku tidak mengetahui secara rinci persoalan yang dipertanyakan warga. Pernyataan tersebut memicu reaksi peserta forum karena dinilai tidak menjawab substansi permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat.

Kondisi tersebut semakin memunculkan tanda tanya di kalangan warga mengenai transparansi proses pembangunan yang berlangsung di wilayah mereka.

Warga mengaku penutupan saluran irigasi akibat pembangunan telah menyebabkan air tidak mengalir sebagaimana mestinya. Akibatnya, kawasan Dukuh Krengseng disebut kerap dilanda genangan hingga banjir setiap kali hujan deras mengguyur.

Masyarakat mendesak pemerintah desa segera membuka seluruh informasi terkait proyek tersebut, termasuk legalitas, dokumen perizinan, hasil kajian lingkungan, serta pihak yang bertanggung jawab apabila pembangunan terbukti mengganggu fungsi saluran irigasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan yang disebut warga terkait proyek tersebut belum memberikan keterangan resmi maupun tanggapan atas berbagai pertanyaan dan dugaan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru