Kisah Mang Sain, Pedagang Cilor Legendaris Cikarang yang Sukses Berdaya Lewat Program MUP

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suaraseni.online, BEKASI |

Cikarang – Semangat pantang menyerah terpancar dari wajah Mang Sain (54), seorang pedagang Cilor (aci telor) legendaris di Wilayah Cikarang Kota. Meski usia tak lagi muda, pria kelahiran 1972 ini tetap setia melayani pelanggan setianya setiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Mang Sain merupakan salah satu sosok nyata pejuang ekonomi keluarga. Sehari-harinya, ia menjajakan dagangannya di samping sekolah MI Hidayatussabil. Tak hanya itu, setiap hari Minggu pagi, ia juga aktif berjualan di kawasan industri Jababeka (Jurong), tepatnya di samping jembatan yang menjadi titik kumpul warga.

Perjalanan Panjang dan Tantangan Modal

Menekuni profesi sebagai pedagang cilor sejak tahun 2000, Mang Sain mengaku hasil dagangannya telah cukup untuk menghidupi istri, dua anak, dan tiga orang cucunya. Dengan omzet rata-rata Rp350.000 per hari, ia mampu mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp150.000 setelah dipotong biaya belanja bahan baku sebesar Rp200.000.

“Alhamdulillah, hasil dari jualan cilor ini cukup untuk kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujar Mang Sain saat ditemui di sela kesibukannya berdagang, Kamis (14/05/2026).

Namun, bagi para pedagang, tantangan permodalan seringkali menjadi kendala untuk mengembangkan usaha. Untuk memproduksi cilor berkualitas, Mang Sain setiap harinya membutuhkan bahan baku berupa 2 kg sagu, 2 kg telur, 2 kg minyak goreng curah, serta bumbu dan saus pelengkap lainnya.

Berdaya Bersama Mitra Usaha PGC (MUP)

Kehadiran program Mitra Usaha PGC (MUP) yang diinisiasi oleh Admin dan Ketua (PGC), Iman Surahman, menjadi angin segar bagi Mang Sain. Melalui paket bantuan modal ini, ia merasa sangat terbantu dalam menutupi biaya operasional harian.

“Manfaat MUP sangat terasa untuk menambah modal belanja bahan pokok. Program ini sangat membantu kami, bagi para pedagang, untuk tetap bertahan dan terus berkembang,” ungkap Sain Kampung Jati, Desa Cikarang Kota ini.

Bagi Mang Sain, program MUP bukan sekadar bantuan finansial, melainkan juga sarana untuk memperkuat tali persaudaraan dan jiwa sosial antar-pedagang di lingkungan sekolah maupun kawasan industri. Ia pun berharap program ini terus berjalan dan memberikan dampak luas bagi para pelaku pedagang lainnya.

“Semoga MUP terus maju dan pantang mundur. Kita siap sukses bersama,” pungkasnya dengan penuh optimisme.

Sumber: Admin/Ketua (PGC), Bersama Tim

Laporan: Tim Jurnalis 

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru