Mengenang Baharuddin Lopa: Jaksa Berhati Baja, Tolak Setetes Bensin Pemberian Koruptor!

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suaraseni.online, Rokan Hilir – Di tengah hiruk-pikuk penegakan hukum yang sering kali goyah, sosok almarhum Baharuddin Lopa tetap berdiri tegak sebagai legenda abadi. Mantan Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman ini dikenal memiliki integritas setangguh besi baja. Ia merupakan mimpi buruk bagi para koruptor kelas kakap, namun menjadi oase harapan bagi rakyat kecil yang merindukan keadilan sejati.

Integritas Tanpa Kompromi: Drama Sedot Bensin

Bagi seorang Baharuddin Lopa, jabatan bukanlah tangga menuju kemewahan, melainkan amanah berat yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Salah satu rekam jejak yang paling menggetarkan nyali adalah saat ia melakukan kunjungan kerja ke sebuah daerah.

Kala itu, seorang pejabat kejaksaan lokal mencoba mengambil hati dengan mengisi penuh tangki bensin mobil dinas Lopa secara diam-diam. Bukannya senang, Lopa justru naik pitam saat mengetahui hal tersebut.

Di depan pejabat yang pucat pasi, Lopa memerintahkan sopirnya untuk mencari selang dan jerigen. Ia memaksa seluruh bensin pemberian tersebut disedot keluar saat itu juga. Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki uang jalan resmi dari negara dan menolak mesin mobilnya digerakkan oleh bahan bakar yang bukan haknya. Sebuah tamparan keras bagi budaya birokrasi korup yang gemar menerima “uang lelah.”

Menanti “Lopa Baru” di Bumi Seribu Kubah

Kisah heroik ini menjadi cermin retak bagi kondisi penegakan hukum di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Publik kini melontarkan pertanyaan tajam: Apakah masih ada aparat penegak hukum di Negeri Seribu Kubah yang berani bertindak seberani Baharuddin Lopa?

Saat ini, masyarakat Rohil sangat berharap kepada jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil, agar bertindak tegas tanpa pandang bulu. Korupsi yang menggerogoti uang negara demi kepentingan pribadi oknum pejabat harus segera dihentikan.

“Pak Kejari, tolong! Rohil sedang tidak baik-baik saja karena uang rakyat terus digerogoti. Di mana kalian?” demikian aspirasi yang terus bergulir di tengah masyarakat. Rakyat siap berdiri di belakang penegak hukum yang memiliki hati baja untuk menyapu bersih para koruptor di Bumi Lancang Kuning.

Laporan: Tim Jurnalis

(Redaksi)

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru