Peternak Ayam Petelur di Pekalongan Gelar Aksi, Tuntut Harga Telur Naik dan Pakan Turun.

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraSeni.Online/KAJEN – Sekitar 100 peternak ayam petelur di Kabupaten Pekalongan menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Pekalongan, Senin (10/8/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi usaha peternakan rakyat yang dinilai semakin tertekan.

Massa aksi yang berasal dari sejumlah kelompok peternak itu dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Eko Prasetyo. Sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan, para peserta berkumpul di SP3 Krumpyung, Dukuh Picis, Desa Batursari, Kecamatan Talun.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan bergerak secara konvoi menggunakan 15 kendaraan bermotor dan satu kendaraan sound system menuju Kantor Bupati Pekalongan.

Sejumlah tuntutan disampaikan peternak, di antaranya menurunkan harga pakan ayam, menaikkan harga telur, menghapus monopoli impor bahan baku, mencukupi kebutuhan jagung dengan harga acuan pemerintah, membentuk Kementerian Peternakan, serta membatasi budidaya ayam petelur skala besar.

Korlap aksi Eko Prasetyo mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan peternak terhadap kondisi usaha ayam petelur yang dinilai semakin berat.

“Kami para pekerja ternak, khususnya ayam petelur yang ada di Kabupaten Pekalongan, berharap pemerintah memperhatikan nasib kami agar kami bisa sejahtera,” ujar Eko dalam orasinya.

Harga Telur Dinilai Tak Sebanding dengan Biaya Produksi
Perwakilan peternak, Kusbudianto, menyoroti harga telur di tingkat kandang yang menurutnya belum sebanding dengan biaya operasional peternakan.

Ia menyebut harga telur saat ini berada di kisaran Rp21 ribu, sementara biaya pakan dan kebutuhan operasional kandang terus membebani peternak.
“Harga telur di kandang saat ini hanya sekitar Rp21 ribu. Harga tersebut berbanding terbalik dengan biaya operasional kandang,” kata Kusbudianto.

Selain persoalan harga telur, peternak juga menyoroti tingginya harga pakan. Menurut mereka, kondisi tersebut membuat margin usaha semakin tipis dan menyulitkan peternak rakyat untuk bertahan.

Peternak juga meminta pemerintah menyediakan jagung dengan harga yang lebih terjangkau karena bahan tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam produksi pakan.

Minta Dilibatkan dalam Program Pemerintah
Dalam audiensi bersama pemerintah daerah, Kusbudianto juga meminta agar peternak ayam petelur lokal dilibatkan dalam berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, keterlibatan peternak lokal dapat menjadi solusi untuk membantu penyerapan produksi telur sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Peternak juga berharap pemerintah daerah dapat membuka peluang penyediaan jagung dengan harga terjangkau guna menekan biaya produksi.

Pemkab Pekalongan Siapkan Langkah Pengendalian
Aspirasi para peternak kemudian diterima dalam audiensi yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ahmad Ridhowi, Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan, Camat Talun Argo Yudho Ismoyo, serta perwakilan peternak.

Anis Rosidi mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung secara damai dan kondusif. Ia memastikan pemerintah daerah akan berupaya menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan peternak.
Namun, menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan.

“Kami tidak bisa serta-merta mewujudkan segala harapan rekan-rekan peternak, tetapi kami akan berusaha untuk mewujudkan apa yang menjadi tugas kami dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat,” jelas Anis.

Pemkab Pekalongan juga berencana melakukan pengendalian terhadap perizinan usaha pemodal besar agar keberadaan peternakan skala besar tidak merugikan peternak rakyat.

Selain itu, pemerintah daerah akan menjalin komunikasi dengan paguyuban mitra program MBG untuk mencari peluang agar produksi telur peternak lokal dapat terserap dalam program tersebut.

Aksi Ditutup dengan Pembagian Ayam
Setelah audiensi, aksi dilanjutkan dengan kegiatan sosial. Para peserta membagikan sekitar 350 ekor ayam kepada warga di Jalan Mandurorejo, kawasan Alun-alun Kajen.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengamanan dari personel gabungan. Polres Pekalongan mengerahkan 337 personel, terdiri dari 264 personel Polres Pekalongan, 30 personel TNI, 8 personel Dinas Kesehatan, 20 personel Satpol PP, dan 15 personel Dinas Perhubungan.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. menekankan kepada personel agar mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan komunikatif selama mengawal aksi.
Dengan koordinasi antara petugas, peserta aksi, dan pihak terkait, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Aspirasi para peternak selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut pemerintah daerah untuk mencari solusi atas persoalan harga telur, tingginya biaya pakan, serta keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di Kabupaten Pekalongan.

Berita Terkait

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi
Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling
𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢
Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan
21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?
Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp2,69 Miliar
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Diduga Gelapkan uang 100juta sapi dikirim 7 yang 4 diambil pedagang karna belum lunas di desa telogo pakis dukuh sipetung kecamatan petungkriono
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:10 WIB

Breaking News: Tolak “Polisi Vale”, Warga Seba-Seba Butuh Solusi, Bukan Polusi

Jumat, 25 September 2026 - 20:05 WIB

Kakak Kandung Dari Calon Kepala Desa Karanggondang Petahana, Digruduk Warga Terkait Sertifikat Tanah Kapling

Jumat, 25 September 2026 - 18:56 WIB

𝘓𝘉𝘏 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮 𝘗𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘋𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢

Jumat, 25 September 2026 - 18:27 WIB

Mediasi Kasus Tanah Kapling di Karanggondang Berbuah Kesepakatan, Mantan Kades Beri Jangka Waktu 8 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 05:31 WIB

21 POIN KONTRAK POLITIK, DUA TAHUN KEMUDIAN LOEHA RAYA MASIH BERTANYA: IBAS–PUSPA LAGI DI MANA?

Berita Terbaru