Polda Jambi dan Pemprov Jambi Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Apriandi

SuaraSeni.online, JAMBI – Polda Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme di Lingkungan Pendidikan Provinsi Jambi sebagai langkah preventif menghadapi ancaman penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme yang kini dinilai semakin menyasar generasi muda melalui ruang digital.

Kegiatan yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa tidak lagi hanya muncul secara fisik, melainkan berkembang melalui media sosial, permainan daring, serta berbagai platform digital yang dekat dengan kehidupan remaja.

Dalam sosialisasi itu, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi, memperkuat rasa persaudaraan, serta meningkatkan kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda, ujaran kebencian, maupun informasi provokatif yang beredar di internet.

Pihak penyelenggara menilai perkembangan teknologi informasi membawa dua sisi berbeda bagi generasi muda.

Di satu sisi memberikan kemudahan akses pendidikan dan komunikasi, namun di sisi lain juga membuka ruang masuknya ideologi yang dapat memengaruhi pola pikir pelajar apabila tidak disikapi secara bijak.

“Ancaman saat ini tidak lagi datang secara konvensional, namun sudah masuk melalui media digital, platform permainan online hingga media sosial,” disampaikan dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk peringatan terhadap perubahan pola penyebaran paham radikal di era modern.

Selain isu radikalisme dan terorisme, kegiatan itu juga menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang dinilai masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan.

Para siswa diajak memahami dampak psikologis, sosial, hingga potensi hilangnya rasa percaya diri akibat tindakan kekerasan verbal maupun fisik terhadap sesama pelajar.

Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, moral, serta nilai-nilai kebangsaan yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen pendidikan.
Sementara itu, Polda Jambi menilai pencegahan radikalisme tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh aparat keamanan.

Keterlibatan orang tua, guru, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mengawasi perkembangan sosial maupun psikologis generasi muda.

Di sisi lain, sejumlah pengamat pendidikan menilai pendekatan pencegahan terhadap radikalisme perlu dilakukan secara seimbang agar tidak menimbulkan stigma berlebihan terhadap pelajar dalam penggunaan media digital.

Pendidikan kritis dan dialog terbuka dinilai lebih efektif dibanding pendekatan yang bersifat menakut-nakuti.

Penguatan literasi digital juga dinilai menjadi langkah penting di tengah tingginya penggunaan internet di kalangan remaja.

Pelajar diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko penyebaran hoaks, provokasi, serta konten kekerasan yang dapat memengaruhi perilaku sosial mereka.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar juga diajak mengutamakan pendidikan dan prestasi sebagai jalan membangun masa depan.

Semangat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menghargai keberagaman suku, agama, serta budaya turut menjadi pesan utama yang disampaikan kepada peserta.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan melibatkan dialog bersama peserta.

Sejumlah siswa menyampaikan keresahan mereka terkait maraknya penyebaran konten negatif di media sosial, termasuk fenomena perundungan digital yang kerap terjadi di kalangan remaja.

Beberapa kalangan berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diikuti langkah nyata seperti pendampingan psikologis bagi pelajar, penguatan pendidikan karakter, hingga pengawasan konten digital yang ramah anak di lingkungan sekolah.

Upaya menjaga generasi muda dari pengaruh radikalisme dan kekerasan dinilai membutuhkan strategi jangka panjang yang melibatkan pendidikan, keluarga, lingkungan sosial, serta penguatan ekonomi dan ruang kreatif bagi remaja agar mereka tidak mudah terpapar pengaruh negatif.

Melalui sosialisasi ini, Polda Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan penuh semangat kebhinekaan demi menjaga masa depan generasi muda serta stabilitas sosial di Provinsi Jambi.

(Tim/Red)

Berita Terkait

Peternak Ayam Petelur di Pekalongan Gelar Aksi, Tuntut Harga Telur Naik dan Pakan Turun.
Taufik Jalankan Amanat Presiden Berujung Tersangka!, Polrestabes Makassar Jalankan Proses Hukum, Lalu Amanat Siapa?
Tindak Lanjuti Video Viral, Polsek Wiradesa Razia Cafe dan Amankan Enam Botol Miras
Program P3A Disebut Aspirasi DPR RI, Ketua Kelompok di Karassing Mengaku Tak Pernah Tahu: Siapa Pengusul, Siapa Penerima?
Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Hak Prerogatif Presiden Tak Bisa Diintervensi
Sempat Dicari Semalaman, Petani di Kandangserang yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang dengan Selamat
Lahan Pembuangan Limbah Kayu di Kajen Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah Sisa Tebu
Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Peternak Ayam Petelur di Pekalongan Gelar Aksi, Tuntut Harga Telur Naik dan Pakan Turun.

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:05 WIB

Taufik Jalankan Amanat Presiden Berujung Tersangka!, Polrestabes Makassar Jalankan Proses Hukum, Lalu Amanat Siapa?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Tindak Lanjuti Video Viral, Polsek Wiradesa Razia Cafe dan Amankan Enam Botol Miras

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Program P3A Disebut Aspirasi DPR RI, Ketua Kelompok di Karassing Mengaku Tak Pernah Tahu: Siapa Pengusul, Siapa Penerima?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Sempat Dicari Semalaman, Petani di Kandangserang yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang dengan Selamat

Berita Terbaru