Suaraseni.online, BEKASI |
Cikarang – Kegigihan hidup ditunjukkan oleh Mang Ade (44), seorang perantau yang kini sukses menjadi pedagang di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Bermodalkan tekad yang kuat, pria kelahiran tahun 1982 ini nekat merantau sejak usia dini, yakni 12 tahun, demi mengubah nasib dan menghidupi keluarga.
Mang Ade, berasal dari Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, memulai perjalanan hidupnya di Cikarang pada tahun 2003. Saat ini, ia tinggal menetap di Kampung Jati, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Pada awal masa merantau, ia harus bekerja keras menjajakan mainan anak-anak dan agar-agar secara berkeliling dengan cara dipikul.
Wilayah edar dagangannya pun mencakup berbagai pelosok Cikarang. Mang Ade telah menyusuri daerah Lemah Abang, Gelonggong, hingga kawasan Tegal Danas Boga Salam.
Admin sekaligus Koordinator Para Pedagang Gokil Cikarang (PGC), Iman Surahman, memaparkan bahwa berkat ketekunan yang tak pernah surut, Mang Ade bahkan sempat mendirikan usaha grosir mainan di daerah Batu Jaya. Melalui usaha grosir tersebut, ia sukses mempekerjakan sebanyak 21 orang anak buah.
Omset Ratusan Ribu per Hari
Dok: Mang Ade, Photo Bersama Keluarga Bersama Keluarga
Saat ini, Mang Ade aktif berprofesi sebagai pedagang es kocok dan mainan anak-anak. Ia juga menjadi bagian penting dari komunitas Para Pedagang Gokil Cikarang (PGC).
Dari usahanya tersebut, ia mengeluarkan modal belanja harian sebesar Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Setiap harinya, ia mampu meraup omset penjualan sebesar Rp 350.000 sampai Rp 450.000, dengan keuntungan laba bersih mencapai Rp 100.000 hingga Rp 200.000.
Penghasilan dari berniaga tersebut terbukti mampu menopang kebutuhan hidup keluarganya dengan tiga orang anak. Anak pertamanya kini telah bekerja secara mandiri, sedangkan anak keduanya baru saja menyelesaikan pendidikan dan lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun 2026 ini.
Jadi Jembatan Informasi Antarpedagang
Dok: Mang Ade Photo Bersama Admin Kordinator “PGC”, Iman Surahman (Kanan)
Tidak hanya aktif berdagang secara mandiri, Mang Ade juga dikenal sebagai figur penting bagi komunitas PGC. Pria paruh baya ini mendedikasikan diri sebagai penghubung (narahubung) utama yang menyatukan para pedagang di dalam ekosistem tersebut.
Melalui grup WhatsApp resmi Para Pedagang Gokil Cikarang (PGC), Mang Ade secara rutin membagikan informasi-informasi penting. Ia juga kerap memberikan kabar terkini kepada seluruh rekan sesama pedagang di mana pun mereka berada. Kontribusi aktif ini membuat jalinan komunikasi dan solidaritas antarpedagang tetap terjaga erat.
“Saya berharap agar PGC tetap selalu ada, eksis, dan terus berkembang sukses ke depannya,” ujar Mang Ade penuh harap saat menyampaikan pesannya melalui grup komunikasi pedagang. Selasa (02/06/2026).
Sumber: Admin dan Koordinator (PGC), Iman Surahman
@suaraseni.online/red







